Monday, May 18, 2015

Ketenangan di Objek Wisata Guci

"Banyak ketenangan yang bisa didapatkan ketika berada disini. Sebuah tempat yang sangat cocok untuk menghidari segala keriuhan kehidupan kota."

Jalur menanjak dan berkelok khas jalur pegunungan mulai menyapa perjalanan kami. Setelah tadi kami melewati barisan hutan jati yang bejajar di sepanjang jalan. Kini hamparan perbukamin nan hijau terpampang jelas menemani perjalanan kami. Udara sejuk mulai menyelinap masuk melalui kaca jendela bus yang kami tumpangi. Menambah citra sebuah alam pegunungan yang sebentar lagi akan kami nikmati.

Pemandangan di Sekitar Objek Wisata Guci

Friday, May 8, 2015

Semarak Semarang Night Carnival 2015

Dirgahayu Kota Semarang yang ke-468

"Mereka semua bersiap-siap untuk menjadi bagian dari karnaval malam ini dengan cara mereka masing-masing."

Peserta Semarang Night Carnival 2015

Hujan gerimis mulai mengguyur kawasan Titik Nol Km kota Semarang. Tempat dimulainya acara Semarang Night Carnival 2015. Puluhan lampion bergelantungan rapi didepan panggung. Warga kota datang berbondong-bondong untuk menonton acara ini. Para tamu undangan juga sudah duduk dibawah tenda yang sudah disiapkan. Para fotografer telah menempati ruang-ruang yang menurut mereka menjadi tempat yang bagus untuk menghasilkan sebuah foto. Para peserta karnaval telah siap dengan kostum yang mereka pakai. Mereka semua bersiap-siap untuk menjadi bagian dari karnaval malam ini dengan cara mereka masing-masing. Mereka tak sedikitpun kehilangan antusias, meskipun gerimis masih setia mengguyur kawasan itu.

Saturday, May 2, 2015

Belajar Batik di Kampoeng Wisata Batik Pesindon, Kota Pekalongan

"Hal itu juga sebagai bentuk apresiasi terhadap sebuah karya seni, khususnya karya seni batik tulis."

Tampak dari kejauhan, kampung ini ga ada bedanya dengan kampung-kampung lainnya. Gapura kampung beserta nama kampungnya yang menjelaskan jika kampung ini adalah sebuah kampung batik berdiri dengan kokohnya. Terlihat jelas jalan lorong kampung yang dipenuhi bangunan rumah disetiap sisinya. Tampak beberapa warga lalu lalang di jalan kampung tersebut. Kaki mulai melangkah menyusuri jalan kampung. Kini, aku mulai menemukan sesuatu yang berbeda dari kampung ini. Mulai dari peta kawasan kampung, karikatur yang bergambar berbagai motif batik, hingga puluhan galeri batik yang berjajar rapi disepanjang jalan kampung. Nuansa sebuah kampung batik pun mulai terasa.

Gapura Kampoeng Wisata Batik Pesindon, Kota Pekalongan

Kampoeng Wisata Batik Pesindon, sebuah kampung batik yang terletak di Jalan Hayam Wuruk, kota Pekalongan. Terletak diseberang pasar Anyar. Di kampung batik ini terdapat puluhan galeri batik. Umumnya galeri berbentuk rumah yang kemudian disulap menjadi menjadi sebuah galeri atau butik. Galeri atau butik-butik tersebut memajang berbagai hasil karya dengan bahan kain batik. Tidak hanya kain batik, galeri ini juga menjual pakaian batik untuk pria maupun wanita, sperai bermotif batik, dompet, dan gantungan kunci yang bermotif batik. Biasanya hasil karya yang dipajang di galeri atau butik berupa batik tulis dan batik cap. Hasil karya batik dari kampung Batik Pesindon sudah terkenal dan sudah dijual ke berbagai daerah di Indonesia. Selain galeri, di kampung Pesidon ini pengunjung juga bisa melihat proses pembuatan batik. Mulai dari proses pembuatan pola atau motif hingga proses pelepasan seluruh malam (lilin) dari kain batik.

Salah satu karikatur di lorong jalan kampung
Seorang Warga Yang Sedang Melintas di Depan Karikatur

Setelah menyusuri jalanan kampung, kita berkunjung disebuah galeri atau butik batik. Galeri itu bernama Larissa. Milik seorang pengusaha batik asli Pekalongan, Bapak Eddy. Nama Larissa sendiri diambil dari salah satu nama putri beliau. Beliau bercerita banyak tentang batik di Pekalongan. Mulai dari motif batik yang ada, hingga perkembangan batik saat ini. Selain itu, beliau juga bercerita tentang proses merintis usaha batiknya mulai dari nol hingga besar seperti sekarang ini. Di galeri ini dipenuhi dengan hasil karya dari kain batik. Banyak pengunjung yang mengunjungi galeri ini. Suasana yang nyaman menjadikan galeri ini layak untuk dikunjungi. Dan tentu saja, hasil karya motif dan corak kain batik tetap menjadi prioritas yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Setelah sesi tanya jawab, kita diajak untuk melihat proses pembuatan batik. Baik batik tulis maupun batik cap.

Kain Batik Yang Dijual di Galeri
Foto Bersama Antara Pemilik dan Pengunjung
Pengunjung yang sedang memilih kain batik

Ditempat yang tidak terlalu luas, banyak ibu-ibu yang sedang duduk disebuah bangku kecil. Sambil memegang canting dan kain batik yang berada dipangkuaanya. Tampak tangan mereka yang telaten menggoreskan canting mengikuti pola batik yang ada di kain tersebut. Itulah para wanita yang sedang mengerjakan proses batik tulis. Para pria mengerjakan proses pewarnaan dan pencelupan kain batik. Selain itu, ada yang sedang melakukan proses pengecapan pola batik. Sepertinya terlihat mudah, namun proses pengecapan juga membutuhkan ketelitian. Terutama untuk ketebalan warna dan kesamaan pola. Disamping tempat proses pembuatan, ada ruangan yang khusus menyimpan alat cap pola batik. Terdapat puluhan alat cap datik dengan berbagai pola. Alat cap terbuat dari tembaga. Tembaga memiliki kualitas yang bagus dibanding bahan lainnya. Bahkan untuk membuat kedetailan disetiap polanya.

Proses Batik Tulis
Pengrajin Batik
Pengrajin Batik
Proses Pembuatan Batik

Proses Pembuatan Batik
Proses Pembuatan Batik
Proses Pembuatan Batik
Proses Pembuatan Batik Cap

Proses panjang untuk menghasilkan secarik kain batik tulis. Butuh 3-4 minggu untuk semua proses pembuatannya. Sebuah waktu yang tidak sebentar dan proses yang sangat panjang. Jadi penggemar batik akan paham kenapa secarik kain batik tulis harganya cukup mahal. Karena proses pembuatan yang lama dan kulitas yang lebih baik daripada jenis batik yang lainnya. Hal itu juga sebagai bentuk apresiasi terhadap sebuah karya seni, khususnya karya seni batik tulis.