Tuesday, October 27, 2015

Lisbon Dalam Potongan Postcard

Kalian pernah menerima kiriman postcard? Mungkin dari pacar, suami/istri, keluarga, sahabat, teman, idola, atau mungkin dari teman yang belum pernah ketemu sebelumnya. Pasti seneng banget khan kalo dapat kiriman postcard. Mungkin cuma selembar aja, tapi selembar postcard banyak mengandung cerita lho. Seperti yang aku alami bulan lalu. Aku mendapatkan kiriman postcard dari kak Nila Tanzil. Kak Nila Tanzil itu seorang Travel Blogger. Kebetulan pas itu kak Nila lagi ng-trip ke Lisbon, Portugal. Kak Nila kemudian mengadakan kuis yang hadiahnya sebuah postcard. Yang spesialnya lagi, postcard tersebut dikirim langsung dari Lisbon. Ga nyangka aku bakal mendapatkan postcard tersebut. Gara-gara postcard tersebut, aku mulai penasaran dengan kota Lisbon. Taunya lisbon yaa klub sepak bolanya, Sporting Lisbon. Klub pertamanya sang Bintang Sepak Bola, Christiano Ronaldo. Yang sekarang jadi klubnya Martunis, pemuda Aceh yang selamat dari bencana gelombang Tsunami pada tahun 2004. Yuk aah, kita tengok sedikit tentang Lisbon.


Postcard dari Kak Nila Tanzil

Lisbon atau Lisboa, merupakan ibukota negara Portugal. Lisbon terletak di tepi sungai Tagus. Bisa dibilang Lisbon merupakan salah satu kota tua yang memiliki banyak sejarah yang ada di Eropa. Menurut sejarah, kota Lisbon sudah ada sejak 2000 tahun sebelum Masehi. Kota ini pertama kali didirikan oleh bangsa Iberia. Seperti kota tua lainnya, Lisbon memiliki ciri khas tersendiri untuk dijelajahi. Kota ini memiliki daya tarik untuk ditelusuri tempat wisatanya. Banyak gedung tua yang bisa kita temukan di kota ini. Kota Lisbon memiliki jalanan yang sempit dan berliku. Namun, Lisbon merupakan kota yang cantik dan bersih. Rumah-rumahnya lucu dan berwarna-warni. Yang unik dari kota ini adalah Tram-nya. Tram di kota Lisbon terlihat sangat vintage, sehingga memberikan kesan seperti hidup di jaman dulu.

Castle St. Jorge (sumber: www.ruralbritaintours.com)

Salah satu tempat yang wajib dikunjungi ketika mengunjungi Lisbon adalah Castle St. Jorge.  Castel St. Jorge merupakan benteng tua yang memiliki titik tertinggi di kota Lisbon. Dari benteng ini terlihat pemandangan kota Lisbon dan sungai Tagus. Castle St. Jorge dulunya berperan sebagai benteng bagi semua orang yang menghuni Lisbon. Dalam sebuah ruangan, terdapat pusat informasi untuk mereka yang tertarik untuk belajar tentang sejarah kota Lisbon. Di Castle St. Jorge juga terdapat sebuah taman dengan patung Raja Alfonso Henriques. Disana juga terdapat sebuah restoran mewah, yang sering digunakan untuk sebuah acara. Perjalanan menuju Castel St. Jorge agak sulit, sehingga diperlukan perencanaan waktu ketika mengunjungi benteng ini. Ketika berkunjung ke Lisbon, sebaiknya jangan lupa untuk datang ke Castle St. Jorge.

Pemandangan Alfama (http://traveltherapytours.com/holiday/lisbon-walking-tour-alfama-old-town/)

Tempat yang wajib dikunjungi ketika berada di Lisbon adalah Alfama. Alfama merupakan kota tua Islam yang ada di Lisbon. Alfama memiliki untaian kisah sejarah yang dalam. Bangsa Portugis dan Spanyol pernah dikuasai orang-orang muslim Moor pada abad-12. Alfama menjadi pusat kehidupan orang Moor pada masa itu. Nama Alfama berasal dari bahasa Arab Al-Hamma, yang berarti tempat pemandian. Alfama memiliki kesan khusus dengan jalanan yang sempit dan berliku. Banyak bangunan modern dibangun di kota Alfama, namun kesan kota tua masih tetap ada. Gaya arsitektur bangunan sangat dipengaruhi oleh budaya Romawi, Muslim, dan Arab.

Tram di Lisbon (https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Tram_Lisbon_1.jpg)

Setelah lelah berkeliling Lisbon, jangan lupa sempatkan diri untuk cicipi kuliner setempat. Ketika di Lisbon kita bisa cicipi kue egg tart atau pasties de nata. Kalo di Indonesia kue tersebut dikenal dengan kue Lumpur atau Pastel Natal. Kue ini sangat terkenal di Lisbon, namun juga bisa dijumpai di Indonesia. Penyebaran makanan ini bisa disebabkan oleh pelaut atau pedagang bangsa Portugis yang berlayar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Sebelum mencicipi kue aslinya di Lisbon, Portugal, ga ada salahnya kita cicipi dulu versi Indonesia-nya.

Pasties de Nata (http://www.foodandtravelfun.com/food-from-the-world-pastel-de-nata/)

Udah dulu aah cerita tentang Lisbon-nya. Artikel ini diolah dari beberapa sumber. Bukan cerita pengalamanku sendiri. Aku hanya mencari tahu tentang kota Lisbon. Semua tentang kota Lisbon. Makasih Kaka Nila untuk postcard-nya, semoga suatu hari nanti bisa ke Lisbon.
Lisbon, 10 Agustus 2015
Hai Rivai, Salam kenal yaa!!
Lisbon kotanya cantik dan bersih. Rumah-rumahnya lucu, warna-warni gitu. Yang unik adalah Tram-nya, Vintage!!! Asli kayak hidup di jaman dulu. Gedung-gedungnya juga tua. Aku suka. Kalo kamu kesin, musti dateng ke Castle St. Jorge dan muter-muter di daerah Alfama. Menyenangkan areanya. Oyaa, orang-orang disini juga ramah dan kalo naik public transport gak bakalan disasarin
Salam,
Nila Tanzil

Sumber:
http://www.ruralbritaintours.com/tour_portugal_it.htm
http://anakflores.blogspot.co.id/2012/04/jalan-jalan-ke-lisbon-portugal-bagian-1.html

Wednesday, October 14, 2015

Camping Ceria Di Candi Gedong Songo

Asyik, akhirnya bisa camping lagi di kawasan Candi Gedong Songo, kabupaten Semarang. Kebetulan teman-teman Backpacker Semarang mau ngadain acara TripHore 6 di kawasan Candi Gedong Songo. Tak ambil pusing aku pun langsung mendaftar untuk ikut acaranya. Terakhir camping disana pada September 2013. Itu juga bareng teman-teman Backpacker Semarang. Pas itu cuaca juga bagus, penuh dengan kabut. Tapi entah kalo besok. Yang penting daftar dulu khan.

Foto Bareng Acara TripHore 6 Backpacker Semarang

Acara TripHore diadakan pada tanggal 19-20 September 2015. Acara terbuka untuk umum, jadi siapa saja boleh ikutan. Akhirnya hari H juga nie, sayangnya aku ga bisa berangkat bareng rombongan. Ada keperluan yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Jadi baru sempet berangkat sore hari. Dan sampai di kawasan Candi Gedong Songo pukul 18:45. Untuk mencapai lokasi camping, kita harus trekking sekitar 2 Km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Malam itu aku melakukan trekking bersama 3 orang, Didi, Tian dan Tita. Kita menggunakan senter dan headlamp untuk membantu penerangan. Hanya ada kita, lampu penerangan, dan nafas kita yang mulai tidak teratur.

Acara BBQ Bareng, Nyaaammm!!

Kawasan Candi Gedong Songo terletak di kabupaten Semarang. Bisa ditempuh dengan waktu 1 jam perjalanan dari kota Semarang. Candi Gedong Songo terletak di ketinggian 1.200 mdpl. Kawasan Candi Gedong Songo merupakan candi peninggalan kebudayaan Hindu. Bentuk candi menyerupai dengan bentuk candi-candi Hindu lainnya, seperti candi-candi yang terdapat di dataran tinggi Dieng. Kawasan Candi Gedong Songo memiliki lima kompleks candi. Di setiap kompleks terdapat satu sampai 5 candi. Di beberapa kompleks candi, ada beberapa candi yang telah roboh dan hanya berupa susunan batu-batu saja. Selain trekking, pengunjung bisa memanfaatkan jasa sewa kuda untuk mengelilingi kompleks candi Gedong Songo. Biaya untuk menyewa kuda sekitar Rp 60.000-Rp 90.000. Setiap pengunjung cukup membayar tiket sebesar Rp 6.000 untuk hari kerja dan Rp 7.500 untuk  akhir pekan atau hari libur. Selain itu, pihak pengelola candi juga menyediakan fasilitas camping bagi pengunjung. Seperti daerah pegunungan lainnya, kawasan Candi Gedong Songo juga memiliki udara yang sejuk. Pada malam hari, suhu di candi bisa mencapai 10oC.

Menu Makan Malam

Setelah trekking sekitar 30 menit, akhirnya kita sampai di tanah lapang dekat kompleks Candi 4. Tanah lapang inilah yang kita gunakan untuk area camping. Disana area luas, namun jauh dari fasilitas MCK dan penerangan. Jadi sangat disarankan untuk membawa lampu emergency. Kita sudah disambut oleh teman-teman yang terlebih dahulu datang. Setelah mendirikan tenda, kami langsung bergabung dengan yang lainnya. Seperti biasa, acara perkenalan dulu, kemudian dilanjutkan dengan acara masak bareng. Menunya sih sederhana, namun sangat istimewa ketika dimakan bersama. Setelah makan, kita langsung maen games yang kemudian dilanjutkan dengan acara BBQ. Menu BBQ-nya adalah sosis dan bakso yang diolesi dengan saos blackpaper. Rasanya, MAKNYUSS!!!

Menikmati Pagi Candi Gedong Songo

Malam semakin larut dan acara bebas. Ada peserta yang bermain kartu UNO, main gitar dan nyanyi bareng sambil pada curhat colongan, dan ada peserta yang langsung masuk tenda untuk tidur. Mungkin mereka terlalu lelah. Semakin malam bukannya semakin sepi, ini malah semakin rame. Permainan polisi numpang tanya berhasil menghangatkan suasana. Yang ikut banyak dan tentu saja ada hukumannya bagi yang kalah. Hukumannya adalah meminum kopi pahit. Nah khan, larut malam malah minum kopi. Bukannya ngantuk, yang ada malah tambah melek. Hampir semua peserta minum kopi tersebut, termasuk aku. Beeuuhh, rasa kopinya emang pahit banget. Langsung diminum aja sih, ga perlu dirasain pahitnya kayak gimana. Yang pasti pahit banget.

Jalur Yang Dilewati Semalam (photo by Capung, 2013)

Hangatnya sinar mentari pagi mulai menyapa. Ini adalah saat yang paling aku suka ketika camping. Sinar jingga mentari membentuk garis horison dilangit biru. Suara burung-burung mulai bersahut-sahutan. Alunan melodi gitar membuat pagi itu terasa syahdu. Senang sekali bisa berkumpul dengan kalian. Berbagi waktu dengan kalian. Membuat cerita bersama tentang kita. Waktu boleh saja berlalu, namun tidak dengan cerita kita.