WHAT'S NEW?
Loading...

Trekking Gunung Merapi

“Bu, aku juga pesen bebek goreng yaa, minumnya teh panas”
“Oyaa, kolnya digoreng yaa bu”
Inggih mas…” balas ibu penjual bebek goreng

Menu bebek goreng, nasi putih, dan lalapan telah tersaji di meja kami. Menikmati sajian bebek goreng diantara dinginnya kawasan wisata Selo. Bagi teman-teman yang suka naik gunung, tentunya kawasan wisata Selo, Boyolali bukanlah tempat yang asing bagi mereka. Aku pertama kali kesini tahun 2005. Banyak yang sudah berubah, termasuk bebek goreng yang nikmat ini. Jadi inget kaka kelas yang mirip dengan aku. Hai Mas Yan, makasih untuk Merapi-nya kala itu.

Gunung Merapi dari Pos Pasar Bubrah

Kawasan wisata Selo terletak di kabupaten Boyolali. Kawasan ini bisa ditempuh melalui Boyolali atau Magelang. Kawasan wisata Selo merupakan pintu gerbang pendakian gunung Merapi (2960 mdpl) dan gunung Merbabu (3142 mdpl). Setiap akhir pekan atau libur panjang, kawasan ini ramai oleh para pendaki. Baik pendaki yang akan mendaki gunung Merapi, maupun gunung Merbabu.

Tepat pukul 02:30 dinihari, kita memulai perjalanan mendaki gunung Merapi dari basecamp New Selo. Setelah sebelumnya telah melakukan registrasi dan membayar tiket pendakian sebesar Rp 18.500/orang di basecamp Barameru. Dalam perjalanan itu, aku ditemani oleh Mas Danang, Reikha, Roesli, dan Uda Faiz.

Dinginnya udara dan kencangnya angin memaksa kita untuk terus berjalan. Banyak jalan cabang yang berujung sama tak menjadi hambatan kita. Tepat pukul 04:40 kita telah sampai di pos Watu Belah. Disini terdapat shelter yang bisa dimanfaatkan untuk istirahat para pendaki.

Rasa kantuk dan lelah mulai merasuki tubuh kita. Akhirnya kita putuskan untuk istirahat sebentar. Kebetulan pagi itu aku ga merasa ngantuk. Aku lebih memilih menikmati sunrise di pos Watu Belah, Gunung Merapi.

Sunrise Pos Watu Belah Gunung Merapi

Sinar matahari mulai terlihat. Garis horizon terlihat sejauh mata memandang. Perlahan-lahan sang surya menampakkan wujudnya. Hangat, itu yang pertama kali aku rasakan. Nampak disebelah timur terlihat siluet gunung Lawu. Sedangkan disebelah barat terlihat gunung Sindoro dan  Sumbing. Aah, sunrise yang begitu sempurna di pagi ini.

View Gunung Sindoro-Sumbing

Tepat pukul 06:00, kita melanjutkan perjalanan dari pos Watu Belah. Jalur yang kita lewati bukan jalur umum. Mas danang mengajak kita untuk melewati jalur evakuasi. Jalur evakuasi lebih landai daripada jalur umum. Pagi itu, kami melengkapi perjalanan dengan bercanda.

Tak terasa pukul 09:00 kita telah sampai di Pos Watu Gajah. Aku, Roesli dan Reikha istirahat terlebih dahulu sambil menunggu Mas Danang dan Uda Faiz. Banyak burung jalak yang sedang terlihat mencari makan. Selain itu, terlihat gerombolan kera sedang asyik bergelantungan diatas pohon.

Semangat Uda, Pasar Bubrah sebentar lagi..!!!

Disini ada beberapa tenda dari pendaki lain. Di pos Watu Gajah kita bisa melihat gunung Merbabu yang menjulang tinggi. Puncak Merapi juga terlihat dengan jelas. Tinggal melewati dua bukit lagi kita sampai di Pasar Bubrah. Batas akhir pendakian gunung Merapi.

Hai Pasar Bubrah, akhirnya bisa kesini lagi. Terakhir kesini tahun 2013, dan saat itu langsung lanjut ke puncak gunung Merapi. Namun kali ini aku hanya sampai di Pasar Bubrah saja. Sesuai aturan Badan PVMBG, pendakian gunung Merapi hanya sampai di Pasar Bubrah. Pendaki dilarang melakukan pendakian hingga ke puncak. Atas dasar keamanan dan keselamatan aku enggan ke puncak gunung Merapi.

Full Team (Roesli, Uda Faiz, Reikha, Mas Danang, Aku) *Ketutup Kabut*

Aku hanya ingin menikmati hembusan angin di Pasar Bubrah dan suasana ramainya pendaki beserta dengan tenda mereka. Pasar Bubrah yang berupa batuan bukanlah tempat yang cocok untuk mendirikan tenda. Setidaknya lokasi itu tidak terlalu jauh bagi mereka yang ingin summit ke puncak gunung Merapi.

Puluhan orang terlihat sedang melakukan perjalanan summit. Bahkan ada salah seorang pendaki yang terjatuh ketika menuruni jalur puncak yang berupa pasir. Aku pernah ke puncak Merapi, tapi itu dulu, tahun 2013. Sekarang tak kepikiran untuk menuju puncak Gunung Merapi. Heei kawan, puncak gunung bukanlah segalanya. Bisa kembali dengan selamat dan berkumpul dengan orang-orang yang disayangi  itu lebih penting.

7 komentar: Leave Your Comments

  1. Pengalaman yg seru mas vai...

    BalasHapus
    Balasan
    1. seru banget...kamu mesti coba juga

      Hapus
  2. Aku pikir bebek goreng nya di puncak merapi hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. belum buka cabang dipuncak merapi om cumi :D

      Hapus
  3. mantap kang. pengen ikut

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang ada aku malah ditinggal trail run :D

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus