Tuesday, September 27, 2016

#NgobrolBloggerSMG: Mulai dari Food Enthusiast hingga Sakuku


Di sela-sela padatnya jadwal traveling *sokbanget*, aku sempetin datang di acara #NgobrolBloggerSMG yang diadakan di Cafe Nestcology. Ngumpul dan berkenalan dulu dengan para blogger hits dari kota Lumpia. Siapa tahu nanti bisa ketularan ngehits juga seperti mereka. Mereka ga Cuma nge-blog aja, beberapa sudah bikin novel juga. Hebat khan blogger dari Semarang. Ga kalah sama blogger dari kota-kota lainnya. Jadi sering-sering bikin event untuk blogger di Semarang yaa. *eehh

Blogger Semarang

Acara #NgobrolBloggerSMG kali ini akan diisi oleh mas @nunoorange dan pengenalan aplikasi Sakuku yang dibawakan oleh perwakilan dari BCA. Mas @nunoorange akan berbagi tips untuk menjadi seorang food enthusiast atau food blogger. Mas @nunoorange bilang “jika ingin jadi seorang food enthusiast, kita ga boleh takut gendut.”

Mas @nunorange yang terkenal dengan semboyan “Makan Gendut, Ga Makan Lemes” ini memberikan beberapa tips untukmenjadi seorang food enthusiast, antara lain adalah
1. Seorang food enthusiast ga boleh takut gendut
2. Harus jujur dan obyektif dalam memberikan penilaian terhadap makanan dengan bahasa yang elegan.
3. Belajar teknis sebuah makanan.
4. Belajar fotografi makanan.
Mas @nunoorange juga bilang jika Food Blogger atau Food Enthusiast juga bisa menjadi sebuah profesi.

Mas @nunorange yang tengah yaa

Setelah penampilan mas @nunoorange yang bercerita tentang food enthusiast, acara dilanjutkan dengan pengenalan aplikasi Sakuku oleh salah satu perwakilan dari BCA yaitu Mas Amin Laurent. Beliau akan bercerita tentang aplikasi Sakuku. Mulai dari apa itu aplikasi Sakuku, fitur-fitur Sakuku, hingga manfaat yang bisa didapatkan dari aplikasi Sakuku.
Aplikasi Sakuku merupakan salah satu produk inovasi dari BCA. Aplikasi Sakuku adalah dompet elektronik yang dapat digunakan untuk pembayaran belanja, isi pulsa dan transaksi perbankan lainnya. Banyak sekali keuntungan yang bisa kita dapatkan saat menggunakan aplikasi Sakuku. Apilkasi ini  sangat mudah digunakan, karena kita hanya perlu download aplikasi di application store yang ada di smartphone kalian. Aplikasi sangat praktis, karena kita cukup menggunakan nomor handphone sebagai nomor kepemilikan aplikasi Sakuku.Selainitu, Sakuku juga bebas biaya administrasi bulanan.

Aplikasi Sakuku

Sakuku menyediakan berbagai fitur yang bisa diakses melalui smartphone mereka, seperti Info Saldo, MutasiTransaksi, Bayar Belanja, Isi Pulsa, Kontak, dan Setting. Jika kita mengaktifkan Sakuku Plus, kita bisa menggunakan fitur Transfer ke teman yang menggunakan Sakuku, Split Bill, dan Tarik Tunai di ATM BCA.

Asyik khan, kalo pas kita lagi traveling kemudian butuh  pulsa, kita bisa langsung membelinya melalui  aplikasi Sakuku. Tidak hanya membeli, namun kita juga dapat membelikan dan meminta diisikan pulsa oleh teman kita yang juga menggunakan aplikasi ini. Jadi kita ga perlu SMS mama untuk minta pulsa lagi. Cukup gunakan aplikasi Sakuku.

Belum lagi kalo kita mau beli barang, kita bisa menggunakan fitur Bayar Belanja yang ada di aplikasi Sakuku untuk proses pembayaran. Tidak hanya offline, beberapa situs belanja online seperti Kaskus, Blibli.com, Bhineka.com, juga menerima pembayaran melalui aplikasi Sakuku. Sebelum transaksi, pastikan dulu jika toko tersebut merchant Sakuku atau tidak. List merchant-nya bisa lihat disini.

Salah satu fitur yang ada di Sakuku Plus adalah fitur Split Bill. Fitur Spit Bill ini memungkinkan kita untuk berbagi tagihan kepada teman yang juga menggunakan aplikasi Sakuku. Pastikan terlebih dahulu teman kalian menggunakan aplikasi Sakuku Plus.

Selain fitur Split Bill, fitur Tarik Tunai di ATM BCA juga sangat membantu pengguna aplikasi Sakuku Plus. Fitur ini memungkinkan kita menarik uang tunai di ATM BCA yang berlogo Sakuku tanpa menggunakan kartu ATM.  Kita akan menerima kode tarik tunai. Kemudian kita tinggal memasukkan nomor Sakuku kita dan kode tersebut pada menu yang tersedia di ATM BCA.

Kita bisa menarik uang tunai maksimal Rp 1.250.000 di mesin ATM dengan kelipatan Rp 50.000. Ga perlu khawatir kalo kita lupa bawa kartu paspor BCA, kita bisa memanfaatkan Sakuku Plus untuk tarik tunai di mesin ATM.

Aplikasi Sakuku bisa didapatkan dengan sangat mudah. Pastikan kita memiliki smartphone Android (OS 4.0 keatas) atau Iphone (iOS 7.1 keatas). Kita bisa download aplikasi Sakuku di Google Play Store untuk pengguna Android atau App Store bagi pengguna iPhone. Kemudian kita tinggal install, isi data verifikasi data yang telah kita isi. Jangan lupa buat PIN Sakuku (6 digit angka).Setelah aplikasi Sakuku aktif, kita bisa langsung Top Up/ Cash In dengan maksimum saldo Rp 1.000.000 untuk Sakuku dan Rp 5.000.000 untuk Sakuku Plus.

Aplikasi Sakuku sangat cocok bagi anak muda yang gemar berbelanja online dan selalu dekat dengan dunia digital. Berbagai fitur menarik ditawarkan aplikasi ini. Dengan hadirnya aplikasi Sakuku diharapkan dapat membuat hang out anak-anak muda Indonesia semakin all out.

Sunday, September 18, 2016

Djelajah Kebun Teh Kemuning

“Selamat pagi, masih bersama kita….”
“Pesona Indonesia”, teriak bersama-sama
*kemudian dilempar tripod sama orang yang lagi lewat

Dalam balutan sejuknya area kebun teh, kita masih menyempatkan diri untuk bercanda. Gimana ga dingin, pukul 06.00 kita sudah ada di area perkebunan teh. Kita menikmati pemandangan dan sejuknya kebun teh Kemuning, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Candi Cetho.

Kebun teh Kemuning terletak di desa Kemuning, Ngargoyoso, kabupaten Karanganyar. Sekitar 28 Km dari kota Solo atau bisa ditempuh dengan waktu 1-2 jam perjalanan. Kebun teh Kemuning terletak di lereng gunung Lawu. Bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil, dan bus. Rata-rata suhu disini sekitar 20 derajat celcius. Kebun teh Kemuning memiliki luas 437 Ha dengan ketinggian antara 800 hingga 1.540 mdpl.

Kebun Teh Kemuning

Kita datang masih sangat pagi. Jadi belum ada petugas jaga loket masuk. Namun, warung-warung di area kebun teh sudah mulai buka. Para pedagang menyambut kami dengan dengan ramah. Mempersilahkan kami untuk singgah di warung mereka. Kita melempar senyum, sambil menolak dengan halus tawaran mereka dan melanjutkan langkah kita untuk menikmati hangatnya sinar matahari pagi diarea kebun teh Kemuning. Oyaa, kali ini aku jalan-jalan bareng Mas Sony, Alvin, Ache Raisa, dan Titis (adiknya Ache Raisa).

Area kebun teh Kemuning sangat luas dan bisa dilalui kendaraan, baik motor maupun mobil. Jalan yang dilalui juga terbilang sangat bagus. Meskipun begitu, kita berlima memilih berjalan kaki dari pintu masuk. Dari atas bukit kita bisa melihat hamparan perkebunan teh. Terlihat beberapa perempuan pemetik teh yang sedang sibuk memetik daun teh. Mereka terlihat sangat semangat dan ahli dalam memetik daun teh. Kita juga menyempatkan diri untuk mengobrol dengan mereka.

Perempuan Pemetik Teh

Salah satu perempuan pemetik teh berujar bahwa setiap daun teh yang dipetik dihargai Rp 500,- /kilogram. Untuk sehari, mereka bisa memetik daun teh sebanyak 25 Kg. Mereka bekerja mulai dari pukul 06:00 hingga pukul 10:00. Kemudian dilanjut lagi pada sore hari. Waktu terbaik untuk memetik teh adalah pagi dan sore hari. Rata-rata perempuan pemetik teh adalah wanita paruh baya.

Aku ga tau gimana perhitungan harga daun teh yang dihargai semurah itu. Bagiku, mereka adalah ujung tombak bagi sebuah perusahaan teh. Mereka berjuang memetik daun teh dengan kualitas terbaik untuk kemudian kita disajikan dalam secangkir teh diatas meja kita. Semoga mereka tetap sehat dan selalu memetik daun teh terbaik.

Kawasan perkebunan teh yang masih diselimuti kabut pagi (photo by @mxfrt)

Setelah menghabiskan segelas susu panas di salah satu warung, kita langsung melanjutkan perjalanan ke Candi Cetho. Jika kalian sedang mengunjungi tempat wisata, belilah sebuah makanan atau minuman, atau mungkin sebuah oleh-oleh dari masyarakat sekitar. Karena dengan begitu, kalian telah membantu memutar roda perekonomian masyarakat yang ada di sekitar tempat wisata. Selamat berwisata, mari kita bantu perekenomian masyarakat yang berada di sekitar tempat wisata.

Kebun Teh Kemuning
Desa Kemuning, Ngargoyoso,
Kabupaten Karanganyar

Tuesday, September 6, 2016

Trekking Bukit Bligo

Setelah berhasil menuruni Bukit Selo Arjuno, kita melanjutkan perjalanan menuju Bukit Bligo. Bukit Dligo letaknya masih satu kawasan. Kita hanya perlu trekking selama 5-10 menit dari persimpangan antara Bukit Selo Arjuno dan Bukit Bligo. Dari puncak Bukit Selo Arjuno, kita bisa melihat puncak Bukit Bligo beserta jalurnya. Sepertinya jalurnya tak seekstrim jalur menuju Puncak Bukit Selo Arjuno.

Bukit Bligo dilihat dari puncak Bukit Selo Arjuno

Jalur yang akan kita lewati berupa tanah yang landai dan sedikit menanjak. Kita bisa memanfaatkan akar pohon yang menjuntai di jalur trekking. Ada beberapa tali yang dipasang guna memudahkan pengunjung selama trekking. Ada gazebo yang dibangun sebagai tempat istirahat. Dalam perjalanan, kita bertemu beberapa rombongan yang telah turun dari puncak bukit.

Gazebo yang ada di jalur trekking

Yeaay…!!! Akhirnya kita sampai puncak Bukit Bligo. Puncak Bukit Bligo lebih luas daripada puncak Bukit Selo Arjuno. Terdapat bendera Merah Putih sebagai penunjuk puncak. Terdapat pula sebuah gazebo yang bisa dimanfaatkan untuk berteduh. Setiap sisi puncak dibatasi dengan pagar besi. Ini tidak untuk mengurangi kenaturalan atau menyediakan spot untuk ber-selfie ria di puncak sebuah bukit, namun demi keselamatan dan keamanan pengunjung.

Puncak Bukit Bligo

Langit pun mulai terlihat cerah. Langit biru dan angin kencang menyapa kami di puncak bukit Bukit Bligo. Dari puncak bukit, kita bisa melihat puncak Bukit Selo Arjuno dan deretan perbukitan lainnya. Terlihat beberapa batuan yang berukuran besar di sekitar puncak. Aku sangat menikmati suasana ini, meskipun matahari bersinar cukup terik.

Batu-batu yang ada di sekitar puncak Bukit Bligo

Hari mulai beranjak sore. Kita memutuskan untuk turun bukit. Dalam perjalanan turun, kita juga menggunakan teknik repling dengan memanfaatkan tali yang dipasang oleh warga. Berjalan lebih cepat ketika jalur landai dan tetap memastikan setiap langkah kita menumpu dengan benar.

Bukit Selo Arjuno dan Bukit Bligo dimanfaatkan sebagai destinasi wisata alam oleh warga sekitar. Berbagai fasilitas (seperti toilet, loket, gapura, jalur trekking, mushola, warung) sedang memasuki proses pembangunan secara swadaya warga sekitar. Semangat mereka untuk memajukan desa mereka perlu kita bantu dan dukung. Yaitu dengan cara mengunjungi dan memberitahukan kepada khalayak tentang wisata alam Bukit Selo Arjuno dan Bukit Bligo. Semoga Pemkab Kendal dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bisa membantu memperbaiki infrastruktur jalan dan fasilitas agar layak untuk dijadikan sebagai destinasi wisata.

Tips ketika berkunjung ke Bukit Selo Arjuno dan Bukit Bligo:
1. Gunakan sepatu trekking atau minimal sandal gunung
2. Jangan lupa bawa makanan dan minuman
3. Akses jalan menuju lokasi bukit rusak parah. Pastikan pengendara dan motor dalam keadaan baik
4. Jaga jarak antara pengunjung ketika naik dan turun melewati tangga besi dan tali.
5. Dilarang berhenti atau istirahat di jalur yang menanjak atau menurun.
6. Prioritaskan pengunjung yang sedang turun bukit, atau pengunjung yang lebih dekat dengan jalur landai untuk bisa memberikan jalan kepada pengunjung lainnya.
7. Perempuan yang sedang haid dilarang naik ke puncak Bukit Selo Arjuno
8. Belilah makanan dan minuman yang dijajakan oleh warga sekitar
9. Tetap fokus,  jaga keamanan dan keselamatan selama berada di Bukit Selo Arjuno dan Bukit Bligo.

BUKIT SELO ARJUNO & BUKIT BLIGO
Dusun Watu Lawang, Desa Cening
Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal

Tiket Masuk Rp 3.000,-/ orang
Parkir Rp 2.000,-/ motor