WHAT'S NEW?
Loading...

Semarang Night Carnival 2017 : Paras Semarang

Sabtu malam, 6 Mei 2017, langit Kota Semarang, khususnya di Titik Nol Kilometer di dekat Kantor Pos Johar hingga kawasan Tugu Muda terlihat cerah. Tak terlihat awan menggumpal, apalagi langit yang terlihat mendung. Sepertinya sejauh ini para pawang hujan bekerja dengan baik. Kedua kawasan tersebut sudah ramai dengan ribuan penonton yang akan menyaksikan acara Semarang Night Carnival 2017.
Panggung Semarang Night Carnival 2017

Semarang Night Carnival digelar untuk memeriahkan HUT Kota Semarang ke 470 tahun. Pertama kali digelar pada tahun 2010. Tahun ini, Semarang Night Carnival mengambil tema Paras Semarang. Paras Semarang ini diwakili dengan Burung Blekok, Kembang Sepatu, Kuliner dan Lampion. Ada sekitar 400 peserta yang akan menggunakan kostum megah warna-warni berjalan sejauh 1,3 km mulai dari Titik Nol Kilometer hingga Gedung Lawang Sewu.

Drumband Canka Lokananta dari AKMIL

Angka di jam digitalku sudah menunjukkan pukul 19:00, namun tak tampak tanda-tanda acara akan segera dimulai. Padahal sesuai jadwal, acara akan dimulai pada pukul 19:00. Namun apa daya, Pak Walikota belum datang sehingga acara belum bisa dimulai. Mungkin beliau sedang ada jamuan makan malam atau mungkin sedang ada kegiatan yang mesti diselesaikan terlebih dahulu. Namun di sudut lain, ratusan peserta yang mengenakan kostum dengan berat lebih dari 5kg sedang menunggu dengan cemas.

Defile Burung Blekok

Bagaimana tidak cemas, mereka telah menyiapkan semuanya untuk hari ini. Banyak waktu, tenaga, dan materi yang mereka keluarkan untuk membuat acara malam ini menjadi spesial, khususnya untuk warga Kota Semarang. Mereka ingin segera tampil, memamerkan kostum mereka yang telah dibalut dengan rasa kebanggaan. Namun yang ditunggu tak kunjung datang, seseorang yang nantinya akan memberikan sambutan. Rasa-rasa cemas itu kemudian berubah menjadi senyum, ketika dua rombongan bus yang dikawal polisi memasuki tempat acara. Kemudian bersalaman dan menyapa para tamu. Hingga mendarat di tempat duduk yang sudah disediakan. Acara pun segera dimulai. Semarang Night Carnival 2017 is ready to rock you…!!!

Defile Kembang Sepatu

Acara dimulai dengan penampilan drumband Canka Lokananta dari Akademi Militer (Akmil). Mereka membawakan beberapa lagu. Drumband ini terdiri dari empat mayoret, dua laki-laki dan dua perempuan. Sekadar info, dalam waktu tiga tahun terakhir acara Semarang Night Carnival diawali oleh drumband yang berasal dari berbagai instansi. Pada acara Semarang Night Carnival 2015, Drumband Cendrawasih dari Akademi Kepolisian (Akpol). Sedangkan pada tahun lalu, drumband diisi oleh Drumband Gema Perwira Samudra  dari Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang.

Defile Kuliner

Defile pertama yang unjuk kebolehan kostum adalah defile Burung Blekok (aku menyebutnya Burung Kuntul). Burung Blekok ini berwarna putih, memiliki leher dan kaki yang panjang. Hidupnya diatas ranting-ranting pohon yang ada di depan komplek TNI di daerah Srondol. Setiap sore burung-burung ini akan terbang mencari makan di daerah pelabuhan Tanjung Emas. Ketika melintas di atas rumahku, aku sering menghitung jumlah burung yang selalu terbang secara berkelompok itu. Sini kamu main ke Kota Semarang, nanti aku ajak menghitung jumlah Burung Blekok ^^. Burung Blekok telah menjadi ikon Kota Semarang.

Defile Lampion

Defile selanjutnya adalah defile Kembang Sepatu. Defile ini didominasi dengan warna merah dan hijau khas Kembang Sepatu. Warna kostum mereka cetar, selaras dengan senyum mereka. Para peserta diajari untuk selalu tersenyum ketika melihat kamera. Biar para tukang foto bisa menghasilkan foto yang epic.

Peserta dari Kota Sawahlunto; Makasih Uni :))

Setelah defile Kembang Sepatu, ada defile Kuliner. Kostum mereka dilengkapi dengan berbagai pernak-pernik berbentuk kuliner khas Kota Semarang, seperti Lumpia, Bandeng Presto, Wingko Babat, dan Kue Ganjel Rel. Tentu saja itu tiruan, bukan asli. Sehingga tidak bisa dimakan.

Peserta dari Taiwan

Defile selanjutnya adalah defile Lampion. Lampion sudah menjadi khas Kota Semarang sejak tahun 1942 yang dikenal dengan nama dian kurung. Lampion sering digunakan para santri sebagai sumber penerangan menuju masjid ketika malam hari. Defile ini didominasi dengan warna merah.

Peserta dari Taiwan

Selain peserta dari Kota Semarang, peserta Semarang Night Carnival juga diikuti oleh peserta dari kota Sawahlunto dan peserta dari mancanegara. Yaitu dari Taiwan, Thailand, Sri Lanka, dan Korea Selatan. Peserta dari Kota Sawahlunto tampil menggunakan kostum menyerupai bunga matahari.

Peserta Sri Lanka

Para peserta dari Taiwan menampilkan tarian dan berbagai atraksi. Mereka tampil sangat atraktif dan enerjik sehingga mengundang decak kagum dan tepuk tangan dari penonton. Sedangkan yang peserta dari Thailand dan Sri Lanka tampil dengan tarian khas mereka. Penampilan terakhir ditutup dengan penampilan peserta dari Korea Selatan. Terdiri dari lima orang perempuan yang memainkan beberapa alat musik. Salah satunya adalah genderang khas Korea Selatan yang disebut Janggu. Parade defile ditutup dengan penampilan dari para mayoret defile. Semua peserta mesti berjalan kaki menyusuri jalan Pemuda.

Peserta dari Thailand

Meski mengikuti acara dari awal hingga akhir, sebetulnya aku datang terlambat. Seharusnya aku sudah di tempat acara pada pukul 16:00. Seperti tahun sebelumnya. Aku biasa datang lebih awal agar aku bisa mengambil gambar peserta secara detail. Namun tahun ini kurang beruntung. Aku tidak bisa mengambil gambar peserta secara detail karena aku dan kawanku yang berasal dari Jakarta malah terlalu asyik keliling Kota Lama. *Hiiks, sedih

Peserta dari Korea Selatan
Sampai jumpa di Semarang Night Carnival 2018

Seluruh defile telah unjuk kebolehan di depan ribuan penonton, termasuk para tamu dari mancanegara. Mereka berhasil memukau dan menyuguhkan penampilan yang luar biasa. Mereka pasti bangga, begitu juga dengan orang tua dan keluarga mereka. Kami pun terhibur dan terpukau melihat penampilan mereka malam ini. Kalian memang luar biasa. Para penonton mulai meninggalkan tempat acara. Aku dan kawanku berjalan kaki menuju kawasan Kota Lama. Kami berdua menonton kenroncong di salah satu sudut gedung di kawasan itu. Menikmati setiap alunan musik keroncong yang menggema diantara gedung-gedung tua di kawasan Kota Lama. Sampai jumpa di Semarang Night Carnival 2018.
Semarang Night Carnival is ready to rock…!!!

28 komentar: Leave Your Comments

  1. Wih, asik banget tulisannya Mas.
    Makasih buat info detailnya 😊

    Semarang keren ya, bikin pengen balik lagi 😌

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sudah berkunjung ke semarang..sering ke semarang yaa :D

      Mungkin tahun depan bisa nonton semarang night carnival lagi yaa :D

      Hapus
    2. Pasti dong Mas, mau ke sana lagi! haha
      Nantikan tanggal mainnya :p

      Amin, 2018 ya! pasti lebih meriah.

      Hapus
    3. yaudah agendakan aja tiap tahun ke sini buat nonton semarang night carnival..hahahaha

      Hapus
  2. Duh aku kemaren ga sempet liat, sorenya cuma lewat doang mas :D
    Seprtinya lebih meriah dr tahun sebelum2nya ya mas. Cuaca juga mendukung bgt ga ujan.
    Btw Dirgahayu kota semarang 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemarin acara ngaret mas...hahahaha

      Menurutku lebih seru tahun lalu...tapi tahun ini ada yg dri luar daerah dan mancanegara :D

      Hapus
  3. Waah, serunya. kemarin mau nonton tapi ga jadi ..hehe. Semoga tahun depan bisa nonton

    BalasHapus
    Balasan
    1. acara setahun sekali lho mbak, kalo bisa sempetin buat nontonlah :D

      Hapus
  4. Apik ya Paiii payung yang kaya melayang ituuh. Seumur2 blm pernah nonton SNC akuuuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. payung-payungnya terinspirasi sama acara festival payung di gereja blenduk dulu. Sekarang dipakai di acara ini :D
      semoga tahun depan bisa nonton yaa mbak :D

      Hapus
  5. Kenapa pas Media Trip kita gak kesana saja? Hahahaa *kurang. Tapi bener, sayang bgt padahal cuma beda beberapa hari ya mas. Semoga Semarang Night Carnival 2018 kita bisa berkumpul lagi amiiiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo kita kesana, pasti susah untuk mengawasinya..hahhaha

      Hapus
    2. Lek, tau gitu lo minta extend haha

      Hapus
    3. ciiee yang extend 3 hari di semarang :D

      Hapus
  6. Dohh.. saya sering lewat semarang kalo mo pulang ke Pati, tapi belum pernah explore semarang nih..
    kapan ya?!
    btw. Foto-fotonya keren mas!

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah..sepertinya kamu mesti eksplore semarang deh...biar lebih tahu semarang :D
      makasih :)

      Hapus
  7. Wahh meriah banget Semarang Night Carnival-nya. Penontonnya juga terlihat rapi, eh atau memang ada pagar nggak kulihat, bro? Omong-omong kenapa mesti payung ya yang digunakan sebagai dekor? Nggak batik semarangan yang diangkat sekalian hehehe/

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu ndak serapi yang dilihat kok...sampai-sampai mayoret dari akmil susah beraksi karena sempitnya panggung..lagian itu ga ada pagar pembatas...hiiks

      nah itu yang bikin aku bingung juga, tapi penggunaan payung karena kesuksesan festival payung di kota lama yg diadakan beberapa bulan sebelumnya

      Hapus
  8. Wah... meriah banget acaranya.
    Kapan-kapan mau nonton juga ah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tahun depan mas..sekitar bulan mei yaa :D

      Hapus
  9. waa kereeen
    pesertanya dari mana-mana
    aku suka kostum burung blekoknya
    Semarang kota lamanya bagus memang jadi gak kerasa klo keliling

    BalasHapus
    Balasan
    1. setiap tahun selalu diadakan mas...ayok ke semarang, keliling kota lama :D

      Hapus
  10. Seruuuuu. Sayangnya tabrakan sama acara sebelah, sama-sama rame dan seru:(

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin bisa diagendakan untuk tahun depan :D

      Hapus
  11. wah seru dan keren acaranya

    BalasHapus
  12. waaa keren juga yaa, baru tau kalau di Semarang ada event kayak gini jugaaa. jadi pingin lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. acaranya sudah ada sejak tahun 2010

      Hapus