Saturday, December 16, 2017

Antara Bandung dan Semarang

"Diinformasikan kepada para penumpang kereta api Harina dengan keberangkatan Stasiun Surabaya Pasar Turi menuju Stasiun Bandung bahwa kereta mengalami keterlambatan. Saat ini kereta sedang berada di Stasiun Jambon. Diperkirakan kereta akan tiba di Stasiun Semarang Tawang pada pukul 22:05.”

Pengumuman dari petugas stasiun sontak membuatku lemas. Padahal sudah datang di Stasiun Semarang Tawang pada pukul 20:15 agar tidak ketinggalan kereta, tapi ternyata keretanya telat. Malam ini aku berencana pergi ke Kota Bandung dalam rangka untuk menghadiri kondangan temanku, Raissa Githa.

Hai Bandung...!!!

Acara kondangan pas tanggal 2 Desember 2017, bertepatan dengan acara perayaan 5th Anniversary Backpacker Semarang yang dilaksanakan pada 2-3 Desember 2018. Awalnya bingung untuk ikut acara yang mana. Namun, aku memutuskan untuk pergi ke Kota Bandung. Aku membeli tiket tiga minggu sebelum keberangkatan.

Beberapa hari sebelum keberangkatan, salah satu temanku di Backpacker Semarang mengabari bahwa akan datang ke Semarang dan mengajak reunian ketika acara Anniversary Backpacker Semarang. Rencana awalnya setelah kondangan, aku berencana untuk  jalan-jalan di daerah Jawa Barat terlebih dahulu. Namun rencana itu batal, aku memutuskan untuk balik ke Semarang pada hari Sabtu. Bandung dan Jawa Barat tidak akan pindah kemana-mana, namun momen reunian ini belum tentu akan terulang lagi.

Ketika menunggu kereta yang tak kunjung datang, aku mendapatkan informasi dari panitia acara Backpacker Semarang bahwa beberapa peserta dari BPI Kediri telah tiba di Stasiun Semarang Tawang. Stasiun yang sama untuk keberangkatan ke Bandung. Aku coba untuk mengontak mereka. Akhirnya kami bertemu di Stasiun Semarang Tawang.

Hai Semarang...!!!

Dalam penantian tersebut, kami menghabiskan waktu di sebuah warung yang terletak di luar stasiun. Secangkir kopi dan cemilan menemani obrolan kami malam itu. Hingga akhirnya aku memutuskan kembali ke dalam stasiun untuk menantikan kedatangan kereta. Pukul 22:05 kereta api Harina telah tiba di Stasiun Semarang Tawang. Tak banyak yang aku lakukan selama perjalanan menuju Bandung. Aku memilih untuk tidur selama perjalanan.

Bareng teman-teman BPI Kediri

Aku mulai terbangun ketika kereta memasuki Stasiun Purwakarta pada pukul 05:00. Kursiku yang terletak di sebelah jendela membuatku leluasa untuk menikmati pemandangan di luar. Jalur kereta menuju Bandung selalu menawarkan pemandangan yang tak boleh dilewatkan begitu saja. Bisa dibilang salah satu jalur kereta dengan pemandangan yang paling indah di Indonesia. 

Pukul 06:25, aku telah Sampai di stasiun Bandung. Kemudian bergegas menuju rumah temanku yang bernama Rike yang berada di daerah Ujung Berung, Bandung menggunakan Gojek. Rencananya kami akan berangkat bersama ke acara.

Dalam perjalanan aku bertanya banyak hal kepada abang Gojek. Kebetulan dia tidak memakai jaket Gojeknya. Dia bercerita bahwa di daerah Bandung Timur, termasuk Ujung Berung itu daerahnya kurang bersahabat bagi para driver ojek online. Bahkan tidak sedikit yang membatalkan pesanan jika penumpang ke arah sana. Dia cuma berpesan kepadaku untuk sering-sering ngobrol selama perjalanan agar tidak dicurigai sebagai ojek online.

Sesampainya di rumah Rike, aku langsung bersiap-siap untuk segera ke tempat acara. Sekitar pukul 08:15 kami sampai di tempat acara. Acara pernikahan dibalut dengan adat Sunda. Aura kebahagian memenuhi tempat acara. Menu makanan yang disediakan juga sangat lezat dan enak. Beberapa lagu dari Payung Teduh dinyanyikan oleh band pengisi acara. Salah satunya adalah lagu Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan. Maklumlah, Raissa penggemar berat band yang digawangi oleh Mas Is, dkk ini.

Aku merasa senang ketika bisa datang diacara pernikahan Raissa dan suaminya. Aku dan Raissa pertama kali ketemu pada tahun 2013 dalam sebuah perjalanan di Gunungkidul dan Pacitan bersama teman-teman Backpacker Semarang. Setelah itu kami masih sering ketemu. Baik di Bandung, maupun di Semarang. Pernah pada tahun 2014, dia samperin aku yang lagi di Lombok. Namun, aku sudah pulang terlebih dahulu, hikks. Pertemanan kami berlanjut hingga sekarang.

Happy Wedding Raissa-Rizky

Sekitar pukul 13:00, kami meninggalkan area. Rike dan mamanya pulang ke rumah, sedangkan aku akan pergi ke Lapangan Gasibu. Lapangan Gasibu hanya berjarak 2,2 Km dari lokasi acara. Aku memutuskan untuk berjalan kaki ke sana. Siang itu, cuaca di Bandung tidak terlalu panas, sehingga enak digunakan untuk jalan kaki. Kota Bandung sangat cocok bagi mereka yang suka berjalan kaki, seperti yang aku lakukan ketika itu.

Lapangan Gasibu, Bandung

Aku langsung melanjutkan perjalanan menuju Bandara Husein Sastranegara. Jadwal keberangkatanku pukul 17:40. Sengaja berangkat lebih awal. Jalanan kota Bandung sangat tidak bersahabat di libur panjang. Setelah selesai check in, ada pemberitahuan dari petugas maskapai bahwa penerbangan ke Semarang mengalami delay selama 100 menit. Perjalananku mengalami keterlambatan lagi. Tidak banyak yang aku lakukan ketika menunggu. Aku hanya bersandar di kursi ruang tunggu, sambil menikmati senja di tanah Parahyangan.

Gedung Sate, Bandung

100 menit pun telah berlalu, namun belum ada pemberitahuan lebih lanjut tentang pesawat keberangkatan ke Semarang. Hingga ada pemberitahuan dari pihak bandara bahwa penerbangan ke Semarang akan berangkat pada pukul 20:15. Dengan adanya informasi tersebut, berarti aku mesti menunggu lagi sekitar satu jam. Kemudian petugas bandara membagikan makanan kepada para penumpang yang mengalami penundaan keberangkatan. Mungkin makanan ini bisa mengurangi rasa laparku, namun tidak bisa menggantikan waktu kebersamaan yang telah hilang karena menunggu penerbangan ke Semarang.

Reunian...!!! Pertama kali kenal sekitar tahun 2013

Pesawat jenis ATR berhasil mendarat mulus di landasan Bandara Ahmad Yani, Semarang setelah menempuh perjalanan selama 60 menit dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Karena cuaca sedang tidak terlalu bagus, selama perjalanan pesawat beberapa kali mengalami guncangan. Ini merupakan pengalaman keduaku naik pesawat jenis ATR. Setelah turun dari pesawat, aku langsung memesan ojek online. Namun aku baru sadar jika mereka tak bisa masuk ke area bandara. Akhirnya aku terpaksa berjalan kaki terlebih dahulu sejauh 400 meter agar bisa ketemu dengan pengemudinya.

Bareng sebagian teman-teman Backpacker Semarang

Akhirnya sekitar pukul 22:10 aku sampai di tempat acara Bacpacker Semarang di area Grand Maerakaca. Aku disambut oleh beberapa teman yang sudah berada di sana. Beberapa ada yang kaget karena siang tadi masih berada di Bandung, tapi malam ini sudah ada di antara mereka di acara Backpacker Semarang. Rasa senang yang tak bisa diungkapkan karena bisa ketemu dan menjalin silaturahmi dengan teman-teman Backpacker Semarang.

Semarang.....!!!!

Perjalanan singkat Bandung dan Semarang yang penuh cerita dan drama ini memberikan pengalaman baru dalam perjalananku. Orang-orang yang luar biasa aku temui selama perjalanan ini. Mereka menjadikan perjalananku lebih menarik.

Traveling is People. Sebuah perjalanan tidak hanya tentang destinasi wisata atau tempat, namun juga tentang orang-orangnya. Baik itu tentang diri kita sendiri, teman seperjalanan, maupun orang-orang yang kita temui dalam perjalanan. Mungkin orang-orang tersebut akan menjadi bagian atau cerita tersendiri dalam kehidupanmu. Sedangakan destinasi menjadi sebuah latarnya.