Saturday, January 20, 2018

Minggu Pagi di Pasar Karetan

Kalau sedang tidak dalam perjalanan keluar kota, biasanya setiap akhir pekan aku menghabiskan akhir pekan dengan kegiatan olahraga atau jalan santai di Car Free Day Simpang Lima bersama Aqila dan Opal, kedua keponakanku. Namun, akhir pekan lalu aku diculik oleh Kus ke Pasar Karetan. Yaa namanya juga diculik, akhirnya ikut saja. Kebetulan juga sedang mencari hiburan lain di akhir pekan.

Pemandangan di Pasar Karetan

Sampai saat ini, Pasar Karetan telah digelar sebanyak 11 kali. Pertama kali dibuka pada tanggal 5 November 2017 yang dihadiri oleh Bupati Kendal, Ibu Mirna Anisa. Konsep Pasar Karetan lebih ke tradisional, tempo dulu, lengkap dengan atraksi dan permainan anak-anak jaman dulu. Pasar Karetan diinisiasi dan dikelola oleh teman-teman GenPI Jawa Tengah.

Area kebun karet

GenPI (Generasi Pesona Indonesia) merupakan komunitas yang didukung oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang bertujuan untuk mempositifkan Indonesia melalui promosi wisata go digital sebagai salah satu strategi pemasaran pariswisata Indonesia. Teman-teman GenPI ini seringkali bercerita tentang pariwisata, budaya dan keindahan alam Indonesia di berbagai media sosial. Mulai dari facebook, twitter, instagram, blog, hingga youtube. Begitu juga dengan Pasar Karetan yang dipromosikan melalui media sosial. GenPI telah tersebar di beberapa provinsi, antara lain di Jawa Barat, NTB, Sumatera Barat, Aceh, Maluku, Lampung, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, D.I. Yogyakarta, dan Banten.

Menukarkan uang rupiah menjadi Girik

Balik lagi tentang Pasar Karetan. Pasar Karetan sangat cocok untuk dikunjungi bersama teman, pasangan, dan keluarga. Pasar Karetan diadakan setiap hari Minggu di Radja Pendapa Camp yang terletak di Desa Segrumung, Boja, Kabupaten Kendal. Bisa ditempuh sekitar 45 menit perjalanan dari Kota Semarang. Kalau kalian bingung, tinggal searching di Gmaps dengan keyword Radja Pendapa Camp atau Pasar Karetan.

Minggu pagi pukul 06:00 aku sudah bersiap-siap di Pasar Karetan. Aku dan Kus sengaja berangkat tadi malam dari Semarang agar tak terburu-buru jika kami berangkat pagi dari Kota Semarang. Para pedagang sedang menyiapkan makanan yang akan dijajakan kepada para pengunjung. Pagi itu Kus akan menjadi MC, sedangkan aku hanya membantu demi kelancaran Pasar Karetan. Tepat pada pukul 07:00 Pasar Karetan resmi dibuka untuk para pengunjung.

Kendaraan bermotor, baik motor maupun mobil, diparkir di lapangan SD Meteseh. Kemudian para pengunjung akan diantar menggunakan odong-odong untuk menuju ke lokasi Pasar Karetan. Ordong-odong ini termasuk fasilitas dari pengelola Pasar Karetan, alias gratis. Sesampainya di depan Pasar Karetan pengunjung mesti tukar uang dengan girik. Uang rupiah tidak berlaku di Pasar Karetan. Semua transaksi menggunakan uang girik. Uang girik terdiri dari pecahan 2.5 yang senilai dengan Rp 2.500, 5 yang senilai dengan Rp 5.000, 10 yang senilai dengan Rp 10.000, dan 50 yang senilai dengan Rp 50.000.

Namanya Girik
Salah satu tempat penukaran Girik

Sugeng rawuh ing Pasar Karetan....!!!
Saatnya berburu kuliner, di Pasar Karetan ini banyak kuliner ndeso, unik, dan tradisional. Seperti gendar pecel, nasi kuning, bakso batok, sate brangkal, nasi jagung, pepes wader, aneka bubur, tahu campur, jajanan pasar, lumpia, soto, dan nasi bakar. Bisa dibilang Pasar Karetan itu kayak surga kuliner ndeso dan tradisional. Rata-rata makanan ini sudah jarang ditemui di daerah perkotaan. Siapkan perut dan (tentunya) girik untuk bisa cicipi aneka kuliner di sini. Oyaa selain makanan, ada tenda yang menjual kopi. Bahkan tenda kopi tidak pernah sepi oleh para pengunjung.

Mari kulineran...!!!
Sate Brangkal dan Gule

Setelah berkeliling untuk melihat aneka kuliner, akhirnya aku mencoba untuk mencicipi gendar pecel. Gendar pecel terdiri dari pecel yang dimakan menggunakan gendar. Gendar itu terbuat dari beras yang ditanak dan dicampur dengan bahan makanan lainnya, kemudian ditumbuk hingga halus. Sedangkan pecel terdiri dari berbagai sayuran yang kemudian disiram menggunakan sambal kacang.

Pecel gendar
Bakso Bathok Mlumah

Pasar Karetan juga menyediakan beragam dolanan bocah jaman dulu. Seperti egrang, bakiak, holahop, lompat tali, dakon dan sunda manda. Di Pasar Karetan juga disediakan tempat untuk mewarnai layang-layang dan bermain panahan. Panahan ini langsung dipandu oleh atlet-atlet panahan dan selalu ramai dikunjungi oleh para pengunjung. Oyaa selain untuk olahraga, panahan juga bisa melatih tingkat fokus seseorang.

Gubuk Kopi
Fokus yaa, Iyaa Fokuuss...!!!

Pasar Karetan selalu diramaikan oleh kehadiaran tamu dan komunitas yang berbeda-beda di setiap minggunya. Beberapa tamu dan komunitas yang pernah hadir di Pasar Karetan antara lain adalah Duta Damai, Putri Maritim Indonesia Lingkungan 2017, Gadis Hammockers, dan teman-teman GenPI dari daerah lainnya. Mereka akan berbagi tentang cerita, pengalaman dan pengetahuan tentang komunitas mereka. Selain itu, Pasar Karetan juga sering dimeriahkan dengan berbagai hiburan, seperti musik akustik, menari, karawitan, dan keroncongan.

Memasuki area hiburan dan permainan
Jajanan pasar

Pasar Karetan juga sering mempromosikan destinasi wisata yang ada di Indonesia. Ada beberapa papan nama destinasi wisata di Indonesia.  Di area hiburan, ada beberapa hammock yang sudah disediakan oleh pengelola Pasar Karetan yang bisa digunakan untuk bersantai. Setelah selesai kulineran bisa bersantai di hammock di kebun karet sambil menikmati hiburan yang telah disediakan. Di area pasar juga disediakan beberapa gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai sambil menikmati pemandangan area persawahan yang berada tak jauh dari area panahan.

Santai dulu yaa...!!!
Gratis, tinggal ditempati saja

Pasar Karetan tutup pada pukul 11:00. Namun, beberapa makanan yang dijajakan sudah habis sebelum pukul 11:00. Bisa dibilang banyak pengunjung yang penasaran dengan kuliner ndeso dan unik ini. Para pengunjung berangsur meninggal area Pasar Karetan. Mereka akan diantar oleh odong-odong menuju ke tempat parkir kendaraan. Jangan lupa selalu budayakan antri, tertib, dan berhati-hati ketika naik odong-odong.

Mbaknya jualan jadah bakar, enak...!!!
Kerajinan dari akar wangi

Hari mulai beranjak siang. Setelah semuanya beres, aku dan Kus berkemas untuk meninggalkan area Pasar Karetan. Hari ini aku mendapatkan banyak pengalaman baru. Seperti mengetahui berbagai kuliner tradisional, dolanan bocah jaman dulu, menikmati udara segar di area perkebunan teh, dan berbagai interaksi yang terjadi di Pasar Karetan. Bagiku, Pasar Kareta bisa menjadi salah satu alternatif hiburan di minggu pagi.

Salam Minggu Pagi
Happy Sunday Morning