Friday, December 28, 2018

Berkeliling Palembang Selama Satu Hari

Selepas Sholat Jumat kami telah untuk meninggalkan Kota Pagaralam dan menuju Kota Palembang. Pekerjaan di Kota Pagaralam telah selesai. Saatnya kami mesti balik ke Jakarta. Dalam perjalanan itu, kami memilih untuk singgah terlebih dahulu di Kota Palembang. Sekalian piknik, apalagi harga tiket Pagaralam ke Jakarta lebih mahal daripada perjalanan melalui darat dan udara via Kota Palembang. Perjalanan Pagaralam-Palembang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 6-7 jam perjalanan. Jadi nanti kami bakal sampai di Palembang sekitar pukul 20:00.

Jembatan Ampera Palembang

Saturday, December 22, 2018

Terkagum-Kagum pada ASUS Zenbook Pro 15 UX580

Bisa dibilang aku adalah pengguna setia Laptop ASUS. Aku sudah menggunakan laptop ASUS sejak tahun 2009. Laptop pertamaku ialah Asus seri K40IJ. Setelah hampir 10 tahun, laptop masih berfungsi dengan baik. Hanya mengalami sedikit kerusakan pada baterainya. Sedangkan seluruh perangkat keras atau hardware masih bisa bekerja maksimal. Namun seiring berjalannya waktu dan tuntutan pekerjaan, aku memutuskan untuk membeli perangkat laptop baru. Setelah sampai di toko, tentu saja aku langsung menanyakan beberapa produk keluaran. Setelah lama berdiskusi, akhirnya pilihanku jatuh pada Laptop ASUS seri Vivobook A407. Laptop ASUS seri ini memiliki spesifikasi yang sesuai dengan apa yang aku butuhkan, ringan, namun memiliki performa yang sangat bagus.

Foto Seluruh Peserta Gathering

Tuesday, December 11, 2018

Cerita-Cerita dalam Perjalanan Bengkulu-Padang

Setelah menyelesaikan semua laporan pekerjaan, aku berencana untuk pergi ke Kota Padang dan Bukittinggi terlebih dahulu sebelum balik ke Jakarta. Temanku selaku koordinator lapangan memberikan ijin kepadaku. Katanya yang terpenting jangan lupa bawa laptop untuk antisipasi jika ada revisi laporan. Oyaa, sekitar bulan Juli hingga November aku sedang ada pekerjaan di sepanjang jalur Bengkulu hingga Kuala Tungkal, Jambi.

Bus SAN jurusan Bengkulu-Padang

Thursday, October 11, 2018

Kembali Ke Kuala Tungkal

Pagi itu kami langsung melanjutkan perjalanan menuju Kota Kuala Tungkal. Perjalanan kami mulai dari Kabupaten Muara Sibak. Dua bulan yang lalu aku datang ke Kota Kuala Tungkal dalam rangka pekerjaan. Karena pekerjaan ini pula aku kembali lagi ke Kuala Tungkal.

Dermaga Kuala Tungkal

Tuesday, August 14, 2018

Kuala Tungkal: Cerita Yang Telah Usai

"Perjalanan dari Jambi ke Kuala Tungkal sekitar 3-4 jam. Jalan sudah bagus untuk dilewati."
Begitu kata Bang Duty kepada kami berdua, aku dan Bang Tasko. Sesuai rencana, besok pagi kami akan melanjutkan perjalanan dari Jambi menuju Kuala Tungkal.

Selamat Datang di Kuala Tungkal

Tuesday, July 31, 2018

Trekking di Gunung Andong, Kampung Para Pendaki Gunung

Setelah tertunda beberapa kali, akhirnya rencana untuk trekking Gunung Andong kembali muncul dalam benak pikiranku. Rencana itu tiba-tiba muncul karena minggu ini tidak banyak kerjaan. Jarak yang tidak jauh dari Kota Semarang juga menjadi pertimbanganku memilih Gunung Andong. Selain itu, ini adalah caraku untuk mengobati rindu akan suasana  sebuah pendakian dan suasana pagi pegunungan. Suasana di gunung saja rindu, apalagi suasana bareng kamu, eehh.

Gunung Andong

Sunday, July 1, 2018

Menyapa Kota Pagaralam

Pesawat Wings jenis ATR 72-600 berhasil mendarat dengan sempurna di landasan Bandara Atung Bungsu, Kota Pagaralam. Pesawat yang memiliki sekitar 70 tempat duduk ini membawa kami dari Bandara Sultan Badaruddin II, Kota Palembang.  Penerbangan  dari Kota Palembang menuju Kota Pagaralam berlangsung selama 45 menit. Aku berada di Kota Pagaralam karena ada suatu pekerjaan dengan perkiraan waktu selama tiga minggu. Aku tidak akan bercerita tentang tempat tempat wisata, karena aku tidak sedang berwisata di kota ini. Apalagi tentang pekerjaanku di sana. Namun, aku akan bercerita tentang beberapa hal yang aku temui di kota ini.

Tulisan Pagaralam yang terletak di Tugu Rimau

Saturday, June 23, 2018

Pawai Ogoh-Ogoh di Kota Semarang

Pawai Ogoh-Ogoh selalu identik Pulau Bali yang selalu diselenggarakan sebelum Hari Raya Nyepi bagi umat beragama Hindu. Seiring berjalannya waktu, Pawai Ogoh-Ogoh juga digelar oleh umar beragama Hindu yang berada di daerah lain. Salah satunya adalah Kota Semarang. Pawai Ogoh-Ogoh sudah digelar sebanyak tujuh kali. Pawai Ogoh-Ogoh di Kota Semarang sedikit berbeda dengan Pawai Ogoh-Ogoh yang ada di Bali. Namun, kedua pawai ini memiliki tujuan yang sama, yaitu mengusir roh jahat.

Patung Ogoh-Ogoh di kawasan Balaikota Semarang

Monday, May 28, 2018

Tempat Wisata di Solo Dan Sekitarnya Yang Sedang Ngehits

Liburan di Solo memang identik dengan wisata sejarah, wisata belanja batik, dan wisata kuliner yang tersebar di berbagai sudut kota. Untuk wisata sejarah kita bisa berkunjung ke Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran.  Kemudian perjalanan berburu batik bisa kita lakukan di Kampung Laweyan dan Pasar Klewer. Di Kampung Laweyan kita bisa melihat dan belajar cara pembuatan batik.

Curug Grojogan Sewu (sumber: trover.com/u/gyen09) 

Wednesday, May 2, 2018

Walking Tour: Menjelajah Kawasan Pecinan Semarang

Halo Good People, dalam waktu kurang lebih satu tahun ini aku merasa sangat senang. Hal itu dikarenakan adanya kegiatan walking tour di Kota Semarang. Penggagas kegiatan walking tour ini adalah teman-teman dari Bersukaria. Biasanya diadakan setiap hari Sabtu dan Minggu. Saat ini Bersukaria memiliki 11 rute walking tour. Sebagian besar aku pernah mengikuti rute-rute tersebut. Rute-rute tersebut memiliki cerita-cerita yang menarik.

Klenteng Tay Kak Sie

Tuesday, April 10, 2018

Walking Tour: Menyusuri Sejarah Kereta Api di Kota Semarang

Alunan musik Gambang Semarang menyambut kedatangan kereta Ambarawa Express di Stasiun Semarang Tawang. Kereta ini akan membawa para penumpangnya menuju Stasiun Surabaya Pasar Turi, Kota Surabaya. Alunan musik Gambang Semarang ini selalu menyambut kedatangan setiap kereta dan penumpang yang berhenti di Stasiun Semarang Poncol dan Stasiun Semarang Tawang. Begitu juga ketika kedatanganmu di Kota Semarang. Kamu pernah bilang bahwa kamu begitu menyukai alunan musik ini di setiap kedatanganmu di Kota Semarang. Bahkan alunan musik Gambang Semarang mampu membuatmu seolah-olah menari mengikuti alunan musik. Tangan dan kakimu mulai bergerak mengikuti irama. Terus menari hingga berada di hadapanku di pertemuan kita di kala itu.

Stasiun Tawang

Monday, April 2, 2018

Camping Ceria Bersama Pendaki Photograper Indonesia

Selepas hujan deras yang mengguyur Kota Semarang, aku mulai meluncur menuju Hutan Penggaron yang ada berada di Kabupaten Semarang untuk datang diacara 1st Gathering Nasional (Gathnas) Pendaki Photograper. Di malam minggu ini aku sedang tidak acara. Padahal hampir tiap malam minggu juga tidak memiliki acara. Yaa karena tidak acara, akhirnya aku mlipir menuju Hutan Penggaron. Ini kedua kalinya aku camping di Hutan Penggaron.
Baca Juga: Sunrise Trip Gunung Telomoyo

Foto sebagian teman-teman Backpacker Semarang

Sunday, March 25, 2018

Sunrise Trip Gunung Telomoyo

Pukul 02:45, alarm jam digitalku berbunyi. Tak terlalu keras, namun berhasil membuatku terbangun. Dengan masih merasa mengantuk dan lelah karena outbond kemarin sore, aku berjalan menuju kamar mandi yang berada tidak jauh dari tenda. Biasa ritual pagi yang  pagi ini dilakukan pagi-pagi sekali. Setelah semuanya selesai, aku bergegas menuju lobi hotel untuk berkumpul dengan lainnya. Jadi rencana pagi ini kami akan sunrise trip di Gunung Telomoyo. Ini masih satu rangkaian acara Blogger Camp d'Emmerick Hotel.
Baca dulu: Seru-Seruan di Blogger Camp d'Emmerick Hotel

Pemandangan dari puncak Gunung Telomoyo

Thursday, March 22, 2018

Mudik Asyik Naik Kereta Api

Sudah menjadi tradisi  jika setiap menjelang lebaran banyak masyarakat Indonesia melakukan tradisi mudik. Bisa disebut tradisi karena hal itu telah berlangsung sejak puluhan tahun silam. Oya, sebutan mudik berasal dari kata bahasa Jawa, yaitu mulih diluk yang berarti "pulang sebentar". Dahulu mudik hanya dilakukan pada momen liburan panjang. Namun, saat ini tradisi mudik sudah identik dengan lebaran.

Kabupaten Pandeglang

Tuesday, March 20, 2018

Seru-Seruan di Blogger Camp d'Emmerick Hotel

Haii Bro yang baik dan budiman, aku thu sudah sejak lama menyukai kegiatan outdoor. Mungkin sudah sejak usia lima tahun ketika diajak pulang kampung ke Kabupaten Pandeglang, Banten. Kegemaranku itu berlanjut hingga sekarang. Aktivitas seperti mendaki gunung, rafting, trekking, caving, dan camping pernah aku lakukan bersama teman-temanku. Kemudian dari pengalaman-pengalaman itu aku tulis dalam bentuk blog. Tujuannya agar pengalaman-pengalaman tersebut tidak hanya dalam ingatan, namun juga tulisan. Dari aktivitas menulis ini aku mengenal banyak blogger yang memiliki cerita-cerita bagus dan pembaca setia. Dari perkenalan itu, aku diajak untuk bergabung dalam acara Blogger Camp di d'Emmerick Hotel. Tanpa pikir panjang, aku pun langsung mengiyakan ajakan temanku itu.
Baca Juga: Minggu Pagi di Pasar Karetan

Taman di depan lobby d'Emmerick Hotel

Wednesday, March 7, 2018

Walking Tour: Menyusuri Kampung Kauman

Heei good people, kalau musim penghujan seperti sekarang ini, Kota Semarang mendadak menjadi kota yang sangat sejuk. Berbeda dengan biasanya yang panas. Kalau musim hujan gini, pagi hari di Semarang biasanya cerah dan menjelang sore hujan mulai turun hingga malam hari. Pernah beberapa kali kota Semarang mulai diguyur hujan dari pagi hingga malam hari. Namun tidak jarang pagi hari Kota Semarang hanya diselimuti awan mendung nan sejuk. Jika cuaca sudah seperti ini, salah satu hal seru yang bisa dilakukan adalah jalan-jalan keliling Kota Semarang. Seperti biasanya, aku dan teman-teman dari Bersukaria akan walking tour. Pagi ini walking tour dengan rute Kampung Kauman.

Perkenalan sebelum walking tour

Thursday, February 15, 2018

11 Hal Ini Bisa Kamu Temui di Pasar Karetan. No 9 Bisa Membuatmu Lebih Fokus

Masih ingat khan tentang pengalamanku datang ke Pasar Karetan beberapa waktu yang lalu? Berbeda dengan sebelumnya, di artikel ini aku bakal mengulas Pasar Karetan dengan lebih detail. Mengapa demikian? Karena di Pasar Karetan banyak hal yang bisa diceritakan. Seperti aku dan kamu. Iyaa, kamu. Kamu seorang. :P

Area Pasar Karetan

Thursday, February 1, 2018

Walking Tour: Sepotong Cerita Dari Kawasan Candi Baroe, Semarang

Hari ini, hari Sabtu, tanggal 27 Januari 2018, seperti biasanya aku selalu bangun pagi. Aku tahu kalau hari ini adalah hari libur, namun tubuh ini sudah terbiasa untuk bangun pagi. Setelah mandi dan sarapan, aku bersiap untuk menuju tempat kumpul, yaitu Taman Gajah Mungkur. Yup, hari ini aku akan mengikuti walking tour bareng teman-teman Bersukaria.

Saturday, January 20, 2018

Minggu Pagi di Pasar Karetan

Kalau sedang tidak dalam perjalanan keluar kota, biasanya setiap akhir pekan aku menghabiskan akhir pekan dengan kegiatan olahraga atau jalan santai di Car Free Day Simpang Lima bersama Aqila dan Opal, kedua keponakanku. Namun, akhir pekan lalu aku diculik oleh Kus ke Pasar Karetan. Yaa namanya juga diculik, akhirnya ikut saja. Kebetulan juga sedang mencari hiburan lain di akhir pekan.

Pemandangan di Pasar Karetan

Sampai saat ini, Pasar Karetan telah digelar sebanyak 11 kali. Pertama kali dibuka pada tanggal 5 November 2017 yang dihadiri oleh Bupati Kendal, Ibu Mirna Anisa. Konsep Pasar Karetan lebih ke tradisional, tempo dulu, lengkap dengan atraksi dan permainan anak-anak jaman dulu. Pasar Karetan diinisiasi dan dikelola oleh teman-teman GenPI Jawa Tengah.

Area kebun karet

GenPI (Generasi Pesona Indonesia) merupakan komunitas yang didukung oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang bertujuan untuk mempositifkan Indonesia melalui promosi wisata go digital sebagai salah satu strategi pemasaran pariswisata Indonesia. Teman-teman GenPI ini seringkali bercerita tentang pariwisata, budaya dan keindahan alam Indonesia di berbagai media sosial. Mulai dari facebook, twitter, instagram, blog, hingga youtube. Begitu juga dengan Pasar Karetan yang dipromosikan melalui media sosial. GenPI telah tersebar di beberapa provinsi, antara lain di Jawa Barat, NTB, Sumatera Barat, Aceh, Maluku, Lampung, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, D.I. Yogyakarta, dan Banten.

Menukarkan uang rupiah menjadi Girik

Balik lagi tentang Pasar Karetan. Pasar Karetan sangat cocok untuk dikunjungi bersama teman, pasangan, dan keluarga. Pasar Karetan diadakan setiap hari Minggu di Radja Pendapa Camp yang terletak di Desa Segrumung, Boja, Kabupaten Kendal. Bisa ditempuh sekitar 45 menit perjalanan dari Kota Semarang. Kalau kalian bingung, tinggal searching di Gmaps dengan keyword Radja Pendapa Camp atau Pasar Karetan.

Minggu pagi pukul 06:00 aku sudah bersiap-siap di Pasar Karetan. Aku dan Kus sengaja berangkat tadi malam dari Semarang agar tak terburu-buru jika kami berangkat pagi dari Kota Semarang. Para pedagang sedang menyiapkan makanan yang akan dijajakan kepada para pengunjung. Pagi itu Kus akan menjadi MC, sedangkan aku hanya membantu demi kelancaran Pasar Karetan. Tepat pada pukul 07:00 Pasar Karetan resmi dibuka untuk para pengunjung.

Kendaraan bermotor, baik motor maupun mobil, diparkir di lapangan SD Meteseh. Kemudian para pengunjung akan diantar menggunakan odong-odong untuk menuju ke lokasi Pasar Karetan. Ordong-odong ini termasuk fasilitas dari pengelola Pasar Karetan, alias gratis. Sesampainya di depan Pasar Karetan pengunjung mesti tukar uang dengan girik. Uang rupiah tidak berlaku di Pasar Karetan. Semua transaksi menggunakan uang girik. Uang girik terdiri dari pecahan 2.5 yang senilai dengan Rp 2.500, 5 yang senilai dengan Rp 5.000, 10 yang senilai dengan Rp 10.000, dan 50 yang senilai dengan Rp 50.000.

Namanya Girik
Salah satu tempat penukaran Girik

Sugeng rawuh ing Pasar Karetan....!!!
Saatnya berburu kuliner, di Pasar Karetan ini banyak kuliner ndeso, unik, dan tradisional. Seperti gendar pecel, nasi kuning, bakso batok, sate brangkal, nasi jagung, pepes wader, aneka bubur, tahu campur, jajanan pasar, lumpia, soto, dan nasi bakar. Bisa dibilang Pasar Karetan itu kayak surga kuliner ndeso dan tradisional. Rata-rata makanan ini sudah jarang ditemui di daerah perkotaan. Siapkan perut dan (tentunya) girik untuk bisa cicipi aneka kuliner di sini. Oyaa selain makanan, ada tenda yang menjual kopi. Bahkan tenda kopi tidak pernah sepi oleh para pengunjung.

Mari kulineran...!!!
Sate Brangkal dan Gule

Setelah berkeliling untuk melihat aneka kuliner, akhirnya aku mencoba untuk mencicipi gendar pecel. Gendar pecel terdiri dari pecel yang dimakan menggunakan gendar. Gendar itu terbuat dari beras yang ditanak dan dicampur dengan bahan makanan lainnya, kemudian ditumbuk hingga halus. Sedangkan pecel terdiri dari berbagai sayuran yang kemudian disiram menggunakan sambal kacang.

Pecel gendar
Bakso Bathok Mlumah

Pasar Karetan juga menyediakan beragam dolanan bocah jaman dulu. Seperti egrang, bakiak, holahop, lompat tali, dakon dan sunda manda. Di Pasar Karetan juga disediakan tempat untuk mewarnai layang-layang dan bermain panahan. Panahan ini langsung dipandu oleh atlet-atlet panahan dan selalu ramai dikunjungi oleh para pengunjung. Oyaa selain untuk olahraga, panahan juga bisa melatih tingkat fokus seseorang.

Gubuk Kopi
Fokus yaa, Iyaa Fokuuss...!!!

Pasar Karetan selalu diramaikan oleh kehadiaran tamu dan komunitas yang berbeda-beda di setiap minggunya. Beberapa tamu dan komunitas yang pernah hadir di Pasar Karetan antara lain adalah Duta Damai, Putri Maritim Indonesia Lingkungan 2017, Gadis Hammockers, dan teman-teman GenPI dari daerah lainnya. Mereka akan berbagi tentang cerita, pengalaman dan pengetahuan tentang komunitas mereka. Selain itu, Pasar Karetan juga sering dimeriahkan dengan berbagai hiburan, seperti musik akustik, menari, karawitan, dan keroncongan.

Memasuki area hiburan dan permainan
Jajanan pasar

Pasar Karetan juga sering mempromosikan destinasi wisata yang ada di Indonesia. Ada beberapa papan nama destinasi wisata di Indonesia.  Di area hiburan, ada beberapa hammock yang sudah disediakan oleh pengelola Pasar Karetan yang bisa digunakan untuk bersantai. Setelah selesai kulineran bisa bersantai di hammock di kebun karet sambil menikmati hiburan yang telah disediakan. Di area pasar juga disediakan beberapa gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai sambil menikmati pemandangan area persawahan yang berada tak jauh dari area panahan.

Santai dulu yaa...!!!
Gratis, tinggal ditempati saja

Pasar Karetan tutup pada pukul 11:00. Namun, beberapa makanan yang dijajakan sudah habis sebelum pukul 11:00. Bisa dibilang banyak pengunjung yang penasaran dengan kuliner ndeso dan unik ini. Para pengunjung berangsur meninggal area Pasar Karetan. Mereka akan diantar oleh odong-odong menuju ke tempat parkir kendaraan. Jangan lupa selalu budayakan antri, tertib, dan berhati-hati ketika naik odong-odong.

Mbaknya jualan jadah bakar, enak...!!!
Kerajinan dari akar wangi

Hari mulai beranjak siang. Setelah semuanya beres, aku dan Kus berkemas untuk meninggalkan area Pasar Karetan. Hari ini aku mendapatkan banyak pengalaman baru. Seperti mengetahui berbagai kuliner tradisional, dolanan bocah jaman dulu, menikmati udara segar di area perkebunan teh, dan berbagai interaksi yang terjadi di Pasar Karetan. Bagiku, Pasar Kareta bisa menjadi salah satu alternatif hiburan di minggu pagi.

Salam Minggu Pagi
Happy Sunday Morning