Friday, February 8, 2019

Curug Gondoriyo: Lighting Waterfall di Kota Semarang

Awalnya aku terkejut ketika temanku bilang ada curug atau air terjun di Kota Semarang. Seperti yang diketahui, biasanya sebuah curug berada di daerah pegunungan, perbukitan, atau di sebuah kawasan karst. Sedangkan Kota Semarang bukanlah daerah pegunungan dan tidak memiliki kawasan karst. Jadi sangat sulit menemukan sebuah curug di Kota Semarang. Biasanya kami warga Semarang mesti ke Kabupaten Semarang atau ke Kendal terlebih dahulu untuk menikmati curug. Tapi kini, Kota Semarang memiliki destinasi wisata baru berupa curug. Yaitu Curug Gondoriyo.

Curug Gondoriyo
Curug Gondoriyo terletak di Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Curug ini bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit dari pusat Kota Semarang dengan akses jalan masuk sebelum LP Kedungpane yang terletak di sebelah kanan jalan. Jalanan bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Curug ini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Curug Gondoriyo. Curug Gondoriyo memiliki ketinggian sekitar 25 meter.
Aku bersama beberapa teman blogger diundang dalam acara ramah tamah oleh pengelola Curug Gondoriyo. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh rombongan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan potensi wisata yang ada di Curug Gondoriyo. Bapak Arifin selaku ketua Pokdarwis Curug Gondoriyo mengatakan bahwa Curug Gondoriyo sedang disiapkan agar bisa dibuka untuk umum mulai tanggal 9 Februari 2019.
Curug Gondoriyo di sore hari (Foto dari Mbak Ika)
Sambutan ramah dari pengelola membuat suasana menjadi lebih akrab. Makanan yang dihindangkan sangat spesial, yaitu nasi bledug. Nasi bledug merupakan makanan khas warga sekitar curug. Nasi bledug terdiri dari nasi, urap, tempe bacem, telur, dan peyek yang dibungkus menggunakan daun pisang dan daun jati. Sedangkan untuk minumannya dihidangkan wedang sinom. Wedang sinom merupakan air rebusan pucuk daun asam yang diolah bersama gula jawa. Wedang sinom sangat bagus untuk kesehatan, khusunya lambung.


Nasi Bledug
Yang menjadi daya tarik dari Curug Gondoriyo adalah light waterfall yang hanya bisa dinikmati pada malam hari. Curug Gondoriyo telah ditambahkan beberapa lampu yang menerangi curug. Lampu-lampu tersebut telah memberikan pesona dalam menikmati sebuah curug pada malam hari. Pengelola telah memasang lampu penerangan yang menjadikan suasana menjadi terang dan aman. Di area curug ini juga dilengkapi dengan beberapa kursi yang ada di taman. Selain itu juga terdapat sebuah jembatan yang terbuat dari bambu yang dilengkapi hiasan payung yang berwarna-warni. Jembatan ini juga menjadi tempat yang tepat untuk menikmati Curug Gondoriyo.
Jembatan di Curug Gondoriyo
Salah satu sudut taman
Menjelang pembukaan sebagai destinasi pada tanggal 9 Februari 2019 esok, pengelola curug telah melakukan banyak perbaikan di sekitar area curug. Mulai dari pembangunan kamar mandi, area parkir, akses menuju curug, hingga penataan taman. Sedangkan fasilitas mushola bisa menggunakan mushola desa yang letak tidak jauh dari curug. Hal ini demi keamanan dan kenyamanan para pengunjung curug. Pengelola Curug Gondoriyo sangat serius untuk membuat curug ini menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Semarang dan menggerakan roda perekonomian warga sekitar.

Curug Gondoriyo
Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Semarang.
Jam Buka: 09:00-17:00 dan 19:00-22:00
Tiket Masuk: Rp 10.000/orang (gratis Wedang Sinom)


10 comments:

  1. Wedang sinom-nya kalau diseduh pas lagiujan enak kataknya mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rasanya asam-asam gimana gitu mas. Tapi sangat enak dan bikin seger badan

      Delete
  2. Apiik ik warna-warni, deket banget nih sama rumah mertua. Kemaren mau ke sana maju mundur, bawa bayi soale, akses jalannya bagus ngga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. akses jalannya bagus mbak, tapi mesti berhati-hati. Lumayan terjal :D

      Delete
  3. Apik yaa, jalan masuknya jauh ngga Pai, hihi aku kan Pejalan Santai..#kemayu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. masuknya dekat mbak. yang penting hati-hati aja jalannya. Jalannya cukup terjal :D

      Delete
  4. Kalo nggak hujan, asik juga main kesana malam-malam ya Pai. Bisa liat lighting waterfall nya

    ReplyDelete
  5. Kok bagus mas itu air terjunnya ada lampu warna warninya,,
    harus dijadwalkan kesini nih,, hx sharingnya mas

    ReplyDelete
  6. waaa baru tahu kl semarang ada curugnya juga, hiks
    btw itu nasi bledug bikin lapeer

    ReplyDelete
  7. Wah ternyata ada curug juga di Semarang. Jadi pengen ke sana. Berarti lebih spesial kalau dikunjungi ketika malam ya mas karena ciri khas light waterfall nya itu? Penasaran juga pengen nyicipin wedang sinom nya :D

    ReplyDelete